Mengapa Masyarakat Harus Kritis dalam Menerima Berita Akurat


Mengapa masyarakat harus kritis dalam menerima berita akurat? Pertanyaan ini sering kali muncul di tengah maraknya informasi yang tersebar di era digital seperti sekarang. Seiring dengan perkembangan teknologi, informasi dapat dengan mudah diakses oleh siapa saja. Namun, tidak semua informasi yang kita terima dapat dipercaya begitu saja.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Pew Research Center, sebanyak 64% responden mengaku telah mendapatkan berita palsu atau tidak akurat di media sosial. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya untuk menjadi kritis dalam menyaring informasi yang diterima.

Salah satu alasan mengapa masyarakat harus kritis dalam menerima berita akurat adalah untuk menghindari penyebaran informasi palsu atau hoaks. Menurut Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, “Ketika masyarakat tidak kritis dalam menerima berita, maka akan mudah dipengaruhi oleh informasi yang tidak benar. Hal ini dapat berdampak buruk pada stabilitas sosial dan politik suatu negara.”

Selain itu, menjadi kritis dalam menerima berita juga penting untuk memperkuat demokrasi. Menurut Margaret Sullivan, penulis dan jurnalis senior, “Demokrasi yang sehat membutuhkan masyarakat yang cerdas dan kritis dalam menyikapi informasi yang diterima. Tanpa itu, mudah bagi pihak-pihak tertentu untuk memanipulasi opini publik.”

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk meningkatkan literasi media dan kritis dalam menyikapi informasi yang diterima. Sebagaimana yang dikatakan oleh Tifatul Sembiring, Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, “Kritis dalam menerima berita bukan berarti menjadi skeptis, tetapi lebih kepada kemampuan untuk menyaring informasi yang benar dan akurat.”

Dengan demikian, menjadi kritis dalam menerima berita akurat merupakan upaya yang perlu dilakukan oleh setiap individu untuk menjaga keberlangsungan demokrasi dan keamanan informasi. Sebagai masyarakat yang cerdas, kita memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya menjadi konsumen pasif informasi, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu membedakan mana berita yang benar dan yang tidak.