Mengapa Kabar Viral Seringkali Menimbulkan Kontroversi?


Mengapa kabar viral seringkali menimbulkan kontroversi? Pertanyaan ini sering kali muncul ketika kita melihat berbagai informasi yang tersebar luas di media sosial. Kabar viral sendiri adalah informasi yang cepat menyebar dan mendapatkan perhatian yang besar dari masyarakat. Namun, tidak semua kabar viral selalu membawa dampak positif. Banyak di antaranya yang justru menimbulkan kontroversi dan polemik di masyarakat.

Salah satu alasan mengapa kabar viral seringkali menimbulkan kontroversi adalah karena kurangnya keakuratan informasi yang disampaikan. Hal ini disampaikan oleh Dr. Muhammad Zuhdi Marzuki, seorang pakar komunikasi dari Universitas Indonesia. Menurut beliau, “Kabar viral sering kali tidak melalui proses verifikasi yang benar sehingga banyak informasi yang tidak akurat atau bahkan hoaks yang tersebar di media sosial.”

Contoh yang sering terjadi adalah berita palsu atau hoaks yang menimbulkan kepanikan di masyarakat. Seperti halnya kabar tentang penyebaran virus corona yang tidak benar atau informasi tentang politik yang sengaja disebar untuk mempengaruhi opini publik. Hal ini dapat menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap informasi yang diterima dan memicu konflik di tengah-tengah masyarakat.

Selain itu, kabar viral juga seringkali menimbulkan kontroversi karena sifatnya yang mudah disalahartikan atau dipolitisasi. Dr. Nia Kurniati, seorang ahli psikologi dari Universitas Gadjah Mada, menyatakan bahwa “Kabar viral seringkali diputarbalikkan atau diubah konteksnya sehingga menimbulkan konflik di masyarakat.” Contoh kasusnya adalah ketika sebuah video atau gambar diambil dari konteksnya yang sebenarnya dan disebarkan dengan narasi yang berbeda untuk memicu perdebatan di media sosial.

Namun, bukan berarti semua kabar viral selalu negatif. Ada juga kabar viral yang memberikan dampak positif bagi masyarakat, seperti informasi tentang gerakan sosial atau kampanye amal yang berhasil mendapatkan perhatian luas dari masyarakat. Namun, hal ini harus tetap diimbangi dengan kehati-hatian dalam menyebarkan informasi agar tidak menimbulkan kontroversi yang tidak diinginkan.

Dengan demikian, kita sebagai pengguna media sosial harus lebih bijaksana dalam menyikapi kabar viral. Sebelum menyebarkan informasi, pastikan keakuratannya dan jangan terpancing emosi untuk membagikan informasi tanpa dipikirkan terlebih dahulu. Sebagai penutup, seperti yang diungkapkan oleh Prof. Dr. Dedy Mulyana, seorang pakar komunikasi dari Universitas Padjadjaran, “Kita harus lebih kritis dalam menyikapi kabar viral agar tidak terjerumus dalam konflik yang tidak perlu.” Semoga dengan kesadaran ini, kita dapat mengurangi dampak negatif dari kabar viral dan membangun komunikasi yang lebih sehat di media sosial.